Kalah Pilkada, Jebak Lawan Pakai Narkoba

Tri Kurniawan – 24 Februari 2017  11:56 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: RE, 60, mantan Bupati Bengkulu Selatan, diduga menjebak Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud menggunakan narkoba. RE diduga kecewa karena kalah bersaing dengan Dirwan dalam Pilkada Kabupaten Bengkulu Selatan, tahun lalu.

Dalam operasi penjebakan Dirwan, RE melibatkan HY, 49, mantan Kepala Bidang Brantas BNNP Bengkulu; MU, 39, wartawan media massa di Bengkulu; SA, 40, anggota Polri yang diperbantukan di BNNP Bengkulu; DA, 55, PNS BNNP Bengkulu; KD, 38, PNS BNNP Bengkulu; dan RU, 53, mantan Sekretaris Daerah Bupati Bengkulu Selatan yang kini menjabat Kepala Dinas Badan Keuangan Daerah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Hasil pemeriksaan para saksi dan tersangka, BNN memperoleh bukti bahwa RE meminta bantuan HY melalui MU untuk menjebak Dirwan dengan modus penyalahgunaan dan kepemilikan narkotika. HY bersama dua rekannya, DA dan SA, diduga bermufakat jahat bersama RE dan MU di kediaman RE, Jalan Lingkar Barat, Bengkulu.

Pertemuan tersebut membicarakan cara meletakkan barang bukti narkotika di ruang kerja Dirwan. Beberapa hari kemudian, RE memberikan uang tunai sebesar Rp10 juta kepada HY melalui MU. Uang tersebut dibagi kepada HY Rp4 juta, DA Rp2 juta, dan SA Rp4 juta.


Direktur Prekursor dan Psikotropika BNN Brigjen Pol Anjan Pramuka Putra mengawal Dirwan Mahmud di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (14/5/2016). Antara Foto/M Agung Rajasa/aww/16.

Sesuai perintah HY, SA diminta menggunakan sebagian uang tersebut untuk membeli narkotika berupa satui paket sabu senilai Rp500 ribu serta empat butir ekstasi senilai Rp1.950.000, dan menyerahkannya kepada RE melalui MU.

SA mengaku mendapat ekstasi dari KD, oknum PNS di BNNP Bengkulu Selatan. Sedangkan sabu ia peroleh dari bandar berinisial BO yang saat ini dalam pengejaran petugas BNN.

Kemudian RE memerintah RU, Sekretaris Daerah saat RE menjabat Bupati Bengkulu Selatan, untuk meletakkan narkotika di ruang kerja Dirwan Mahmud. Setelah mendapat informasi barang bukti telah diletakkan, HY menggeledah ruang kerja Dirwan dan menemukan narkoba. HY pun menangkap Dirwan pada 10 Mei 2016.

Propam Mabes Polri, Direktorat Narkoba Badan Reserse dan Kriminal Polri, BNN, serta BNNP Bengkulu melakukan gelar perkara kasus ini di kantor pusat BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin 20 Februari. Hasilnya, penemuan narkoba di ruang kerja Dirwan rekayasa RE dan HY. Hasil gelar perkara menunjukkan cukup bukti untuk menjadikan HY tersangka.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menyampaikan, rekayasa oleh RE kuat dugaan berkaitan dengan Pilkada Bengkulu Selatan. “Diduga RE merasa kecewa karena kalah persaingan dengan Dirman Mahmud dalam pemilihan kepala daerah Bengkulu Selatan,” kata Arman.

 

Sumber Link : http://m.metrotvnews.com/news/hukum/5b276G6k-kalah-pilkada-jebak-lawan-pakai-narkoba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *