Mohammad Andree, S.H.

Mohammad Andree Tjakraningrat adalah Pendiri dan Managing Partner dari MMS Consulting – Advocates & Counselors at law yang didirikan pada tahun 2005.

Mohammad Andree

Mulai berkecimpung dibidang advokasi hukum sejak masih dibangku kuliah di Fakultas hukum Universitas Trisakti yang pada saat itu menjadi anggota relawan tim advokasi dan bantuan hukum pada tahun 1998. Pada masa kuliah pernah menjabat sebagai Ketua III  -bidang Organisasi dan Kemahasiswaan di Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trisakti dan aktif bergabung juga dalam Kelompok Studi Trisakti (yang didirikan awal 1998 hingga kini).

Setelah lulus kuliah, pria kelahiran Surabaya ini pernah magang pada perpustakaan hukum Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D., selang berapa bulan bekerja pada perpustakaan hukum tersebut, selanjutnya bergabung sebagai associate pada kantor hukum Maiyasyak, Rahardjo & Partners (“MRP”) pada awal tahun 2001. Pada tahun yang sama, menyelesaikan kursus Advokatnya di lembaga pendidikan dan pelatihan Advokat yang diselenggarakan oleh organisasi profesi Ikatan Advokat Indonesia (“IKADIN”). Dan sebagai asisten lawyer di MRP, ikut serta dalam tim kuasa hukum untuk penanganan beberapa perkara, antara lain perkara mengenai pelaksanaan konstruksi – Konsorsium anak perusahaan Badan Milik Negara dengan Perusahaan konstruksi swasta terkait proyek Konstruksi Jalan Tol; Klaim piutang dan pengajuan permohonan pailit atas group perusahaan besar yang bergerak pada bidang kontraktor jalan tol; perkara Sengketa Tata Usaha Negara dalam perkara klien, perkara mewakili Bank Sentral melawan salahsatu bank yang terlikuidasi; perkara Korupsi terkait dengan penyaluran BLBI, pendampingan direksi bank sentral; Perkara Sengketa Akta Pernyataan Keputusan RUPSLB, mewakili direktur group perusahaan swasta nasional; In-charge lawyer pada group perusahaan swasta nasional.

Pada tahun 2002, setelah mendapat surat ijin praktek pengacara dari Pengadilan Tinggi Jakarta dan kemudian bergabung pada Kantor Hukum Rorimpandey, Hartanto, Santoso Law Office dalam membantu penanganan perkara sengketa tanah dan memberikan bantuan hukum probono kepada cameraman sebuah production house yang tersandung perkara tindak pidana pasal perfilman dan pasal 282 KUHP tentang kejahatan kesusilaan yang dikenal sebagai “perkara casting iklan sabun”. Dan pada pertengahan tahun 2002 bersama-sama dengan rekan almamaternya mendirikan Kantor Hukum Eric Asmansyah, Santoso, Mohammad A. Tjakraningrat Law Office (”ESM”). Pada saat berkantor di ESM, beberapa perkara yang telah ditanganinya, antara lain yaitu Perkara perceraian perkawinan campuran; Perkara bantahan/darden verzet mewakili klien individu/perorangan dan klien perusahaan finance swasta terhadap eksekusi ruko di kelapa gading; Perkara gugatan Wanprestasi mewakili perusahaan finance swasta nasional terhadap jual beli ruko bermasalah di kelapa gading; Perkara Pidana terkait dengan tindak pidana pencurian dalam perkawinan, mendampingi klien sebagai tersangka pada kepolisian sektor Cilincing, Jakarta Utara; menjadi Konsultan Hukum pada Perusahaan Jasa Konsultan Public relation; Penanganan Perkara Pidana terkait dengan tindak pidana pasal 335 KUHP; Penanganan Perkara Pidana dalam pendampingan klien, warga negara Australia yang diduga melakukan tindak pidana Penggelapan; Penanganan perkara perdata, mewakili klien, Perusahaan Jasa konsultan Public Relation dalam rangka Negosiasi restrukturisasi hutang kepada perusahaan penyewaan gedung pameran; Perkara penyalahgunaan Narkotika mendampingi klien di kepolisian resort Jakarta Timur untuk pengajuan rehabilitasi klien atas kertergantungan Narkotika dan perkara lainnya. Hampir 3 (tiga) tahun menjalani kantor dan menangani perkara di ESM, sampai dengan awal Desember 2004, pada akhirnya mengundurkan diri sebagai Partner di ESM.

Selanjutnya pada bulan Januari 2005, mendirikan Kantor Hukum MMS Consulting – Advocates & Counselor at Law (”MMS Consulting”) yang didukung oleh sahabatnya pada masa kuliah di Universitas Trisakti dan juga rekan kantor pada saat bekerja di MRP.  Kantor Hukum MMS Consulting berkembang secara cepat dan pesat, kantor hukum MMS Consulting diawali berkedudukan dan beralamat di Bogor, kemudian pindah kantor di jalan Melawai, Jakarta Selatan dan selanjutnya mendapatkan fasilitas ruang kantor cabang di Bali dari klien yang merupakan warga negara Italia yang memiliki usaha furniture dan handycarft di Bali. Tak berselang lama, MMS Consulting pindah ke gedung Obor, Jalan Prapanca Raya, Jakarta Selatan pada tahun 2006 sampai dengan tahun 2010. Kemudian setelah itu pindah ke Jalan Fatmawati selanjutnya pindah ke Pamulang, Tangerang Selatan sampai dengan tahun 2014. Dan pada pertengahan 2014 hingga kini, MMS Consulting beralamat di The CEO Building, lantai 12, Jalan TB. Simatupang nomor 18 C, Jakarta Selatan dan berkantor di Jalan Palm Putri, Blok BG nomor 6, Sektor 1.3, BSD, Tangerang Selatan. Selama tahun 2005 hingga saat ini MMS Consulting telah banyak perkara yang ditanganinya bersama tim di MMS Consulting (antara lain yaitu – Silahkan untuk melihat perkara MMS Consulting yang telah ditangani KLIK DISINI)

Beberapa kegiatan yang terkait dengan diskusi dan seminar hukum pun kerap dihadiri untuk meningkatkan dan memperdalam keilmuannya di bidang hukum, antara lain pembahasan hukum tentang malpraktik dibidang kedokteran, tentang tindak pidana korupsi dan lain sebagainya. Pada tahun 2007 pernah diundang untuk menjadi narasumber talk show mengenai perjanjian pra nikah (prenuptial agreement) pada siaran radio Suara Kejayaan (SK FM Jakarta). Selain menangani perkara dan memberikan jasa hukum, baik didalam maupun diluar Pengadilan, aktif juga dalam kegiatan keagamaan dan sosial salahsatunya yaitu menjadi pengurus pada yayasan Pondok Pesantren Ash-Habul Aziziyah. Ditunjuk dan dipercaya sebagai koordinator bidang hukum pada yayasan dan sebagai konsultan hukum pada unit usaha yayasan tersebut. Fungsinya sebagai Advokat pun dilakukan dengan memberikan kontribusi dalam membantu tegaknya keadilan berdasarkan hukum untuk kepentingan masyarakat pencari keadilan, termasuk usaha memberdayakan masyarakat dalam menyadari hak-hak fundamental mereka di depan hukum, dengan cara memberikan bantuan hukum dan penyuluhan hukum kepada masyarakat di sekitar wilayah pondok pesantren Ash-Habul Aziziyah di Leuwiliang, Bogor dan bekerjasama dengan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Trisakti.

Sedangkan dalam menjalankan usaha kantor hukum MMS Consulting, bersama rekan/partnernya, membentuk divisi penelitian dan pengembangan (Research and Development division) MMS Consulting  dalam rangka memberikan informasi hukum, kajian dan diskusi hukum, mencetak tulisan dan makalah hukum dari para ahli hukum serta dosen di beberapa universitas serta mengajak partisipasi mahasiswa dan/atau calon penegak hukum untuk melakukan riset dan kajian hukum.

Terdaftar sebagai Advokat dalam organisasi profesi Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) cabang Jakarta Selatan sejak tahun 2002 dan pada saat berdirinya organisasi Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), terdaftar pada PERADI Jakarta Selatan.

Dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai Advokat dan konsultan hukum di MMS Connsulting, memfokuskan dirinya untuk menangani korporasi yang tidak terbatas pada perijinan dan investasi asing, pembuatan kontrak/perjanjian dan transaksi innternasional, melakukanlegal due dilligence/ legal audit, memberikan pendapat hukum dan nasehat hukum, menangani perkara litigasi perkara pidana secara umum dan khusus tidak terbatas pada perkara tindak pidana korupsi, penipuan, penggelapan, pemalsuan, pencucuian uang, pencurian, penganiayaan, tindak pidana narkotika dan psikotropika, kejahatan terhadap kesusilaan, pencemartan nama baik, dan lain sebagainya serta litigasi perkara perdata yang tidak terbatas pada sengketa tanah dan bangunan, sengketa ketenagakerjaan, permasalahan bidang konstruksi, perumahan, bidang minyak dan gas bumi, bidang hukum keluarga, bidang perkebunan dan kehutanan, investigasi asset, restrukturisasi hutang serta perkara permohonan hak uji materiil (juducial review) dan menangani perkara tata usaha negara. Dalam menangani perkara non litigasi atau alternative disputes resolution, spesialisasinya dalam melakukan negosiasi.